ShoutMix chat widget

Sabtu, 07 Mei 2011

Home » » AMALAN HAJI KETIKA TIBA DI MIQAT

AMALAN HAJI KETIKA TIBA DI MIQAT

      Jika sampai di miqat, disunnahkan mandi dan menggunakan wangi-wangian (di badannya). Ini berdasarkan hadits di mana Nabi melepas pakaian berjahit beliau di saat hendak berihram, dan beliau mandi. Juga berdasarkan hadits dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim:

عن عائشة رضي الله عنها قالت:
كنت أطيب رسول الله صلى الله عليه وسلم ،لإحر امه قبل أن يحرم،
ولحله قبل أن يطوف بالبيت،
Dari A'isyah radhiyallahu'anhu, ia berkata :
"Aku memberikan kepada Rasulullah s.a.w.
Wangi-wangian untuk ihram beliau sebelum beliau mulai berihram, dan untuk Tahallul beliau sebelum beliau melakukan Thawaf (Ifadhah) di Baitullah".

     Dasar lain, bahwa Rasulullah s.a.w. memerintahkan kepada Aisyah, saat datang bulan (haidh), padahal ia sebelumnya telah berniat ihram untuk umrah, agar ia mandi  (untuk ihram) dan berniat haji.
     Demikian halnya Rasulullah s.a.w. memerintahkan kepada Asma' binti 'Umais, saat melahirkan anaknya di Dzul Hulaifah, agar ia mandi dan menggunakan pembalut pengaman dan berihram.
     Hal ini menunjukkan bahwa wanita,jika jika sampai ke miqat sedang haidh atau nifas, tetap mandi dan berihram seperti orang-orang lain, dan melakukan  semua amalan yang dilakukan orang yang  melakukan haji, selain thawaf sebagaimana yang deperintahkan oleh Nabi s.a.w. kepada Aisyah dan Asma'.
     Disunnahkan bagi orang-orang yang hendak berihram agar menipiskan kumisnya, memotong kukunya dan mencukur bulu kemaluannya serta mencabut rambut ketiaknya, agar nantinya setelah berihram ia tidak melakukan itu,karena hal itu adalah haram saat masa ihram. Lebih lanjut, memang Nabi s.a.w. mensyari'atkan untuk umat islam agar memperhatikan hal-hal di atas  setiap waktu, sebagaimana tertera pada Shahih Al-Bukhari dan Muslim:
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الفطرة خمس الختان والاستحداد وقص الشارب وقلم الأظفار ونتف الاباط
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: Sunnah-sunnah fitrah (tradisi-tradisi kesucian) manusia itu ada lima:
  1. Khitan.
  2. Mencukur bulu kemaluan.
  3. Menipiskan kumis.
  4. Memotong kuku.
  5. Mencabut bulu ketiak.
Tertera juga di Shahih Muslim:
عن أنس رضي الله عنه قال: وقت لنا في قص الشارب وقلم
الأظفار ونتف الإبط وحلق العانة
أن لا نترك ذلك أكثر من أربعين ليلة
Dari Anas radhiyallahu'anhu, ia berkata: Ditentukan jangka  waktu untuk kita dalam menipiskan kumis,memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan, agar kiranya kita tidak membiarkannya lebih dari empatpuluh malam (hari).

     Hadits ini diriwayatkan juga oleh An-Nasa'i dengan lafazh:
وقت لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم
 "Rasulullah s.a.w. menentukan jangka waktu untuk kita..."(Hadits inipun diriwayatkan oleh Imam Ahmad,Abu Daud dan At-Tirmidzi dengan lafazh seperti lafazh An-Nasa'i).

    Lain halnya dengan rambut kepala,ia tidaklah disyari'atkan  untuk di potong  sedikitpun saat berihram, baik untuk pria maupun wanita.

    Adapun jenggot adalah haram dicukur,baik seluruhnya atau sebagiannya di waktu kapanpun, Bahkan wajib di biarkan lebat.

    Ini berdasarkan hadits di Shahih Al-Bukhari dan Muslim:
عن  ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: خالفوا المشركين وفروا اللحى وأحفوا الشوارب
Dari Ibnu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata:  Rasulullah s.a.w. bersabda:  Bersikaplah beda terhadap orang-orang musyrik. Biarkanlah lebat jenggotmu dan tipiskanlah kumismu.

   Imam Muslim meriwayatkan dalam Kitab Shahih-Nya:
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: جزوا اللشوارب وارخوا اللحى، خالفوا المجوس
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: Pangkaslah kumis dengan tipis dan biarkanlah jenggot memanjang. Bersikaplah beda terhadap orang-orang Majusi.

   Betapa besarnya bencana di zaman ini, dengan banyaknya orang yang menentang sunnah Rasul ini, mereka memusuhi dan memerangi jenggot, bersikaplah dan menyerupai orang-orang kafir dan kaum wanita.
Padahal tidak sedikit di antara mereka adalah orang-orang yang mengelompokkan dirinya sebagai  orang-orang yang berilmu dan terjun sebagai pengajar. Inna lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un. Kita panjatkan do'a kepada Allah, kiranya Dia memimbing kita dan segenap umat Islam  untuk menepati, berpegang teguh dan mengajak kepada sunnah Nabi, meskipun mayoritas  orang tidak suka kepadanya. Cukup Allah (Pelindung) kita dan Dialah sebaik-baik Dzat yang  kepadanya kita titipkan diri kita. Tiada daya (untuk menghindari maksiat) dan tiada  kekuatan (untuk melakukan ketaatan) kecuali atas ma'unah dan taufiq Allah Yang Maha Luhur Lagi Maha Agung.

   Selanjutnya, orang lelaki hendaknya menggunakan kain ihram bawah (izar) dan kain ihram atas (rida'), dan disunnahkan kain ihram itu berwarna putih, Juga di sunnahkan berihram dengan mengenakan sandal. Hal  ini berdasarkan sabda Nabi s.a.w.:
 وليحرم أحدكم في إزار ورداء ونعلين (أخرجه الإمام أحمد رحمه الله)ا
Hendaknya seseorang di antara kamu berihram dengan menggunakan kain bawah (izar) dan kain atas (rida') serta sandal. (Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmat,semoga Allah merahmatinya).

   Adapun bagi wanita dibolehkan berihram dengan mengenakan busana muslimah yang ia sukai, baik hitam ataupun hijau atau warna lain dengan tetap mewaspadai agar tidak menyerupai busana lelaki.
Adapun kecenderungan wanita awam memilih warna khusus ,hijau atau hitam, untuk ihramnya, dan tidak mau warna lain, adalah tidak ada dasarnya.
  

0 komentar:

Posting Komentar

Selamat Datang Di Blok-ku